Di Jawa, bulan Muharram disebut bulan Suro. Bagi banyak orang Jawa
bulan Suro sepertinya mempunyai makna khusus. Mereka menyambutnya dengan
berbagai kegiatan: ada yang nanggap wayang semalam suntuk, lek-lekan,
tirakatan, memandikan pusaka-pusaka semacam keris dan tombak, dan
sebagainya. Bahkan agaknya bulan Suro dianggap "gawat". Orang punya
"gawe" (hajat) misalnya, menghindari bulan tersebut lantaran takut
celaka atau mendapat sial. Menurut Pak Mus bagaimana kepercayaan semacam
itu? Dan bagaimana pula menurut pandangan Islam?
Said (Magelang)
Posting Komentar